Nike Presto

By Beem

Suatu ketika di tahun 1996, para peserta sebuah production meeting @nike di Korsel lagi mikir keras setelah dengar hasil FGD. Ternyata konsumen pengen sepatu lari yang muatnya pas dan bisa niru sensasi barefoot running. Salah seorang dari mereka pun kepikiran solusinya. Dia lah Tobie Hatfield, yang ngawalin kelahiran Nike Presto.



Sepanjang empat tahun Nike Alpha Project ini, Tobie bikin beberapa terobosan yang gak pernah dipake di sneakers mana pun. Pertama, V-shaped notch. Meski hasil finalnya lebih subtle, tapi coakan ini ngedukung fit Presto yang terkenal enak itu.



Kedua, Tobie pengen sneakers yang responsif sama pergerakan pemakainya. Makanya, sepatu ini pake material spacer mesh yang super lentur, yang kemudian dilengkapin rubber cage buat nguatin strukturnya dan rubber overlay di bagian toe. Karena lebih fleksibel, makanya sizingnya kayak size baju (XS, S, M, L, dsb)!



Gak heran kalo sepatu ini dinamain Presto, karena emang kayak mejik! Diluncurin sekaligus dalam 13 colorway di tahun 2000, sneakers ini langsung booming. Pamornya emang sempat ketutup sama seri Free, tapi naek lagi setelah rerelease satu dekade kemudian. Atensi sneakerhead makin edan setelah siluet ini dipake collab bareng Acronym dan jadi bagian The Tenth-nya @off____white!

Kontributor

Beem

Contrary to popular belief, Pandu Polo is not simply a random person. He has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Pandu Polo, Duke of IST.

Tag